Dalam rangka menghidupkan syiar Islam di bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah kembali melaksanakan salah satu program unggulannya, yaitu Khuruj Dakwah Santri. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian santri kepada masyarakat, sekaligus sarana praktik langsung dalam menyampaikan ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren.
Pada Ramadhan tahun ini, para santri senior diterjunkan ke berbagai pelosok Indonesia yang masih membutuhkan bimbingan keagamaan. Sebanyak 7 santri dikirim ke 7 desa di wilayah pelosok Kalimantan Tengah, kemudian 2 santri ditugaskan ke Pulau Sabira, pulau terluar di Kepulauan Seribu, serta 1 santri dikirim ke wilayah pedalaman Bogor yang hingga kini masih sangat membutuhkan pengajar agama.
Selama menjalankan misi dakwah, para santri mengisi berbagai kegiatan keagamaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah mengajarkan pemahaman dasar agama, khususnya tentang mana yang halal dan haram, mana yang diwajibkan dan mana yang dilarang dalam syariat Islam. Selain itu, para santri juga memberikan pembelajaran praktik ibadah seperti cara berwudhu yang benar, tata cara sholat yang sesuai sunnah, serta mandi janabah yang benar, hingga membimbing masyarakat dalam kegiatan keagamaan harian seperti tahlil, kultum, dan pengajaran Al-Qur’an.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kehadiran para santri tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga sahabat dan pembimbing spiritual yang membantu meningkatkan pemahaman serta kesadaran beragama di tengah masyarakat.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah menyampaikan bahwa program Khuruj Dakwah ini merupakan bagian penting dari pendidikan santri, agar mereka tidak hanya memahami ilmu secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan dan menyebarkannya secara langsung di tengah masyarakat. “Kami ingin mencetak santri yang siap terjun ke masyarakat, membawa manfaat, dan menjadi penerang di tempat-tempat yang membutuhkan,” ujarnya.
Lebih dari itu, program ini juga menjadi bukti bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah tidak hanya fokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pada penguatan karakter, kepedulian sosial, dan keterampilan berdakwah.
Sejalan dengan itu, Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung melalui SMP IT dan SMA IT yang mengintegrasikan kurikulum nasional, kurikulum keagamaan, serta standar kompetensi berbasis SKKNI dari Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan sistem pendidikan ini, santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat, tetapi juga kemampuan akademik dan keterampilan yang siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui program Khuruj Dakwah dan sistem pendidikan yang terintegrasi, Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah terus berkomitmen melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat, dari pelosok desa hingga penjuru negeri.





